••• Selamat Datang Peserta Kejuaraan Nasional YongMooDo Piala KASAD IV tahun 2014 di Kodam VI/Mulawarman | 17 - 18 Desember 2014 | Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome | Kota Balikpapan - Kalimantan Timur •••

Profil Batalyon di Jajaran Kodam VI/Mulawarman

Daftar Batalyon yang berada di bawah kendali Kodam VI/Mulawarman

Batalyon Infanteri 600/Raider

Kodam VI/Mulawarman memiliki satu Batalyon pemukul yang berkedudukan di Manggar Balikpapan Kalimantan Timur. Yaitu Batalyon Infanteri 600/Raider, satuan ini merupakan bagian dari salah satu Batalyon yang diandalkan oleh Kodam VI/Tanjungpura dalam perannya sebagai alat pertahanan dan keamanan di wilayah Kalimantan khususnya dan Nusantara pada umumnya. Secara taktis operasional dan adminitrasi, Yonif 600/Raider langsung berada dibawah kendali Panglima Kodam VI/Tanjungpura.

Cikal bakal Yonif 600/Raider berawal dari pecahan Yonif 609 Semanggi/Klaper yang saat itu baru saja selesai melaksanakan tugas operasi penumpasan DI/TII di Indramayu Jawa Barat yang di lebur dengan Resimen Induk 22/Tanjungpura dan secara resmi menjadi Yonif 612/Modang pada tanggal 1 September 1959.

Read more: Batalyon Infanteri 600/Raider

Batalyon Infanteri 611/Awang Long

A. Riwayat Pembentukan

1. Yonif 601 Brigade C sebagai cikal bakal berdirinya Yonif 611/Awl yang berkedudukan di Samarinda dan berjuang untuk menghimpun Kompi-kompi perjuangan pembentukan Model AD- 56 Kompi-kompi bekas KNIL.

2. Tanggal 25 Agustus 1950 dirubah menjadi Yonif 601 Brigade F berkedudukan di Balikpapan.

3. Dengan semakin mantapnya organisasi TNI AD maka pada tanggal 26 Juli 1952 direformasikan menjadi Yon ROI I RI-22.

4. Dengan terbentuknya Kodam IX/Mulawarman pada tanggal 1 Juni 1958 Yonif 601 dibawah Komando Kodam IX/Mulawarman.

5. Berdasarkan Skep Kasad : Kep-18/2/2/1967 tanggal 1 Maret 1967 nama satuan berubah menjadi Yonif 611 Kodam IX/Mulawarman.

6. Tanggal 24 Oktober 1970 Tunggul Yonif 611/Awl disyahkan dengan nama : “AWANG LONG“ sesuai Skep-59/10/1970. Sejak saat itu lengkaplah sudah sejarah terbentuknya Yonif 611/Awl

 

Read more: Batalyon Infanteri 611/Awang Long

Detasemen Arhanud Rudal-002

Satuan Detasemen Artileri Pertahanan Udara Peluru Kendali-002 Daerah Militer VI/Tanjungpura yang disingkat Denarhanud Rudal-002 Daerah Militer VI/Tanjungpura merupakan satuan Artileri Pertahanan Udara semi mobile yang bernaung dibawah Kodam VI/Tanjungpura yang dipersenjatai dengan unit peluru kendali Rapier, radar peringatan setempat yang sekaligus berfungsi sebagai radar pengendali tempur serta unsur pemeliharaan lapangan.

Tugas pokok Denarhanud Rudal-002 Daerah Militer VI/Tanjungpura adalah melaksanakan pertahanan udara aktif untuk menghancurkan, meniadakan dan membatasi daya serta hasil guna serangan udara musuh yang menggunakan ruang udara pada aras rendah.

Read more: Detasemen Arhanud Rudal-002

Detasemen Kaveleri 1/Macan Tutul

I. Makna lambang Satuan :

a. Kuning dan merah adalah merupakan warna identitas korps Kavaleri TNI AD.

1. Warna kuning melambangkan kebesaran dan keagungan.

2. Warna merah melambangkan keberanian yang berlandaskan pada kebenaran.

b. Macan Tutul.

1. Macan Tutul merupakan binatang yang banyak terdapat di wilayah hutan kalimantan Timur termasuk di wilayah Kutai Kartanegara. Macan Tutul merupakan binatang yang memiliki karakteristik yang identik dengan Ranpur Kavaleri yaitu Macan tutul merupakan binatang yang mempunyai kecepatan dalam melumpuhkan mangsanya. Sifat ini identik dengan kemampuan Ranpur Kavaleri yang mampu bermanuver dengan cepat sebagai keunggulan daya gerak satuan Kavaleri dalam menghancurkan musuh.

Read more: Detasemen Kaveleri 1/Macan Tutul

Detasemen Zeni Tempur 7 Dam VI/Mulawarman

1. Pendahuluan

Dalam kurun waktu tahun 1967 sampai dengan sekarang Denzipur 7 Dam VI/ Mlw telah tumbuh dan berkembang dengan situasi dan kondisi di wilayah Kalimantan khususnya di Kalimantan Timur. Walaupun telah terjadi beberapa kali perubahan status organisasi Denzipur 7 Dam VI/Mlw dari mulai terbentuknya sampai saat ini, Denzipur 7 dam VI/Mlw tetap dapat melaksanakan tugas pokoknya baik dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Dalam perannya sebagai satbanpur, Denzipur 7 Dam VI/Mlw ikut andil dalam tugas pokok/tugas operasi yang dilaksanakan oleh Kodam VI/Mlw. Diharapkan dari pengalaman tugas di masa lalu dapat menjadi pelajaran guna dapat melaksanakan tugas yang lebih baik di masa datang, dengan berpedoman pada motto ”Yudha Karya Satya Bhakti”.

Read more: Detasemen Zeni Tempur 7 Dam VI/Mulawarman

PROFIL BATALYON INFANTERI 613/RAJA ALAM

KODAM VI/MULAWARMAN SEBAGAI KOMPARTEMEN STRATEGIS BERLOKASI DI WILAYAH SELATAN, TIMUR DAN UTARA BERBATASAN LANGSUNG DENGAN MALAYSIA, DALAM RANGKA MENJAGA, MENGAMANKAN DAN MEMPERTAHANKAN KEUTUHAN NKRI KHUSUSNYA DI WILAYAH KALIMANTAN UTARA, KODAM VI/MULAWARMAN MELAKSANAKAN GELAR KEKUATAN SATUAN TEMPUR (SATPUR) MAUPUN BANTUAN TEMPUR (BANPUR) YANG DAPAT MENGAMANKAN WILAYAH PERBATASAN DARAT YANG LANGSUNG MENGHUBUNGKAN ANTARA INDONESIA DENGAN MALAYSIA. KHUSUSNYA BATALYON INFANTERI 613/RAJA ALAM DENGAN TUJUAN APABILA DIBUTUHKAN PASUKAN KE WILAYAH PERBATASAN DAPAT SEGERA TERLAKSANA DENGAN CEPAT DAN TEPAT

LATAR BELAKANG BERDIRINYA BATALYON INFANTERI 613/RAJA ALAM

Kerajaan Berau mulanya bernama Berayu, dipimpin Raja yang bernama Raden Aji Surya Natakesuma dengan wilayah kekuasaan Batu Balubang di Tanjung Mangkaliat sampai sungai Kini Batangan berbatasan dengan Brunei di Tanjung Palas dan kepemimpinannya dilanjutkan oleh Raja Aji Daliyah.
Dalam perjalanan sejarahnya kerajaan Berau pecah menjadi dua wilayah yaitu Kesultanan Sambaliung (utara) dan Kesultanan Gunung Tabur (selatan), Kepemimpinan Kesultanan Sambaliung generasi ke - 4 dipimpin seorang Raja bernama Sultan Alimudin dengan gelar “RAJA ALAM” dengan markas di Batu Putih dan Tanjung Redep.
Pada pertempuran dengan Belanda di Berau tahun 1934 “RAJA ALAM” yang perjuangannya bernama “SAMBALIUNG” dengan jihad fi-sabilillah membuat Tanjung Redep dan sekitarnya menjadi lautan api. Dalam pertempurannya dikenal Kepemimpinan dan Keberanian serta Keperkasaan “RAJA ALAM” yang dengan gigih mempertahankan setiap jengkal tanah tercinta dari Belanda.Semangat yang tidak kenal menyerah dan kesetiaan kepada rakyat serta ketangguhan dan keperkasaannya memimpin pasukan untuk mengusir penjajah dari bumi Kalimantan Timur.

Berlandaskan sifat kepemimpinan Raja Alam, maka nama Raja tersebut diabadikan dengan dasar yang ditetapkan oleh Kodam IX/Mulawarman pada Batalyon Infanteri 613/Raja Alam yang berkedudukan di  Tarakan  Kalimantan  Utara  dengan  Nomor :  Skep / 07 / 3 / I / 1978 tanggal 20 Januari 1978 kemudian nama ”Raja Alam” dinyatakan sebagai  Pahlawan  Sambaliung  Kabupaten Berau yang berdasarkan surat Pangdam  VI/Tanjungpura  Nomor :    / 8 / 711 / IX / 1993 dengan Motto ”SETIA DAN PANTANG MENYERAH DALAM PERTEMPURAN”.


TERBENTUKNYA BATALYON INFANTERI 613/RAJA ALAM

    Pembentukan diprakarsai oleh para pejuang dan sesepuh yang telah berjuang di daerah Kalimantan melihat begitu luasnya daerah yang belum dijaga oleh TNI sebagai alat negara untuk mempertahankan keutuhan NKRI. Dengan alasan tersebut diatas dan setelah berkonsultasi dengan seluruh unsur yang terkait maka terbentuklah Batalyon Infanteri 613/Rja.
Sesuai Perintah Operasi Pangdam IX/Mw Nomor 2-RW-1 tanggal 1 Oktober 1984 tentang Reorganisasi Kodam IX/Mulawarman dan Surat Keputusan Pangdam IX/Mulawarman Nomor Skep / 18 / I / 1985 tanggal 22 Januari 1985 tentang Pengorganikan Batalyon Infanteri 613/BS kepada Korem 091/Aji Surya Natakesuma Kalimantan Timur.
Adapun peresmian pengorganikan Batalyon Infanteri 613/Raja Alam kepada Korem 091/Aji Surya Natakesuma Kalimantan Timur dilaksanakan pada tanggal 6 Pebruari 1985 jam 09.00 Wita di Samarinda. Dengan demikian Batalyon Infanteri 613/Raja Alam secara resmi menjadi organik Korem 091/Aji Surya Natakesuma sejak peresmian tersebut di atas sampai dengan tahun 2010.
    Berdasarkan Surat Perintah Pangdam VI/Tpr Nomor Sprin 274/III/2010 tanggal 8 Maret 2010 Batalyon Infanteri 613/Rja telah Alih Kodal menjadi Organik Brigade Infanteri 24/Bulungan Cakti dan acara peresmian pengorganikan Batalyon Infanteri 613/Rja kepada Brigade Infanteri 24/Bulungan Cakti dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2010 pukul 09.00 Wita di Bulungan. Kemudian berdasarkan ST Pangdam VI/Tpr Nomor St/537/2010 tanggal 10 Juni 2010 tentang peresmian Kodam VI/Mulawarman dan Kodam XII/Tanjungpura serta likuidasi Kodam VI/ Tanjungpura. Dengan demikian maka Batalyon Infanteri 613/Raja Alam secara resmi menjadi organik Brigade Infanteri 24/Bulungan Cakti di bawah naungan Kodam VI/Mulawarman.

PEJABAT BATALYON INFANTERI

Awal berdirinya Batalyon Infanteri 613/Rja pertama kali dipimpin oleh Mayor Inf  Muslim Haryanto  dibantu Perwira Staf, Danki dan Danton yang dijabat Bintara Tinggi, adapun pejabat-pejabat pada saat itu sbb :

1.    Danyonif         :  Mayor Inf Muslim Hariyanto.
2.    Wadan Yonif     :  Kapten Inf Roespono.
3.    Kasi 1/Lidik        :  Lettu Inf Harun Rasyid.
4.    Kasi 2/Ops        :  Kapten Inf I. Soehardjo.
5.    Kasi 3/Pers        :  Lettu Inf R. Radjasa.
6.    Kasi 4/Log        :  Kapten Inf Narvik Master.
7.    Dankima        :  Kapten Inf Bambang Santoso.
8.    Dankipan - A        :  Lettu Inf Bambang Merdeko.
9.    Dankipan - B        :  Lettu Inf Soeprapto DP.
10.    Dankipan - C     :  Lettu Inf Heryadi.
11.    Danki Ban        :  Lettu Inf Setiyadi.
12.    Dokter Yon        :  Lettu Cdm Suwono.
13.    Pekas            :  Pelcapa Supar.

Adapun pejabat Komandan Batalyon Infanteri 613/Raja Alam dari masa ke masa adalah :
1.    Mayor Inf Muslim Hariyanto (1977 s.d 1978)
2.    Mayor Inf Sudarsono(1978 s.d 1978)
3.    Mayor Inf Sugiarto(1978 s.d 1980)
4.    Mayor Inf Sridono(1980 s.d 1981)
5.    Mayor Inf A.Haidar(1981 s.d 1982)
6.    Mayor Inf Sofyan Johan(1982 s.d 1985)
7.    Mayor Inf Yacob Pakilaran(1985 s.d 1987)
8.    Mayor Inf M. Syarifudin(1987 s.d 1990)
9.    Mayor Inf Abi Kusno(1990 s.d 1990)
10.    Mayor Inf Soripati K. Ginting(1990 s.d 1993)
11.    Letkol Inf AG. Sulistio (Alm)(1993 s.d 1994)
12.    Mayor Inf Sigit Yowono(1994 s.d 1995)
13.    Mayor Inf Tatang Adi Cahyono(1995 s.d 1996)
14.    Mayor Inf Much. Sibli Mufti(1996 s.d 1997)
15.    Letkol Inf Endro Warsito(1997 s.d 1998)
16.    Letkol Inf Satrio Herianto(1998 s.d 1999)
17.    Letkol Inf Zaedun S. Sos(1999 s.d 2000)
18.    Letkol Inf Dedi Sambowo(2000 s.d 2003)
19.    Letkol Inf Toto Nurwanto, S.IP(2003 s.d 2004)
20.    Letkol Inf Samodro Adie.S,SH(2004 s.d 2006)
21.    Letkol Inf Joseph Robert Giri(2006 s.d 2009)
22.    Letkol Inf Ign.Tri Joko Sulistyo (2009 s.d 2011)
23.    Letkol Inf BambangHerqutanto(2011 s.d 2012)
24.    Mayor Inf Rudy Saladin (2012 s.d 2014)
25.    Mayor Inf Dodit Herry Setiawan (2014 s.d Sekarang)

Komandan Batalyon Infanteri 613/Rja yang berpangkat Pati antara lain :
1.    Mayjen TNI Abi Kusno.
2.    Brigjen TNI Soripati K. Ginting.
3.    Brigjen TNI Sigit Yuwono.
4.    Brigjen  TNI Tatang Adi Cahyono
5.    Brigjen  TNI Zaedun S. Sos

PERSONEL DAN DISLOKASI SATUAN BATALYON INFANTERI 613/RAJA ALAM

Pembangunan kekuatan personel Batalyon Infanteri 613/Rja sampai dengan saat ini mencapai 627 orang atau 94,71 % dari sasaran TOP tahun 2009 yaitu 662 orang. Secara kuantitas dan kualitas pencapaian sasaran sudah terpenuhi pembangunan kekuatan personel Batalyon Infanteri 613/Rja sampai dengan bulan Juli  2014. Adapun kekuatan personel nyata Batalyon Infanteri 613/Rja sebagai berikut :

1.    Perwira    :     29  orang.
2.    Bintara    :   117  orang.
3.    Tamtama      :   481  orang.

Organisasi Batalyon Infanteri 613/Rja menggunakan TOP ROI 2009 sesuai Peraturan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor Perkasad /14 / IV / 2011Tanggal 19 April 2011 sebagai pedoman dalam rangka pembinaan dan pembangunan kekuatan serta operasional satuan TNI AD khususnya Batalyon Infanteri 613/Rja. Adapun organisasi yang tercantum dalam unsur-unsurnya sebagai berikut :

1.    Markas Batalyon ( Mayon )
2.    Kompi Markas ( Kima )
3.    3 Kompi Senapan ( Kipan )
4.    1 Kompi Bantuan ( Kibant )  

Komando dan pengendalian Batalyon Infanteri 613/Rja berada di bawah Brigade Infanteri 24/Bulungan Cakti dengan dislokasi yang tersebar di tiga tempat di Provinsi Kalimantan Utara yaitu :
a.    Markas Komando Batalyon Infanteri 613/Rja, Kompi Markas, Kompi Senapan A dan Kompi Bantuan berada di Juata Tarakan.
b.    Kompi Senapan C berada di Mamburungan Tarakan.
c.    Kompi Senapan B berada di Jelarai Bulungan.

PERKEMBANGAN DAN PANGKALAN

    Untuk mendukung kegiatan pembinaan personel dan latihan, Batalyon Infanteri 613/Rja sudah banyak melaksanakan upaya - upaya, adapun upaya yang dilakukan antara lain :
1.    Melaksanakan pavingsasi lapangan upacara Batalyon Infanteri 613/Rja
2.    Pembangunan Masjid Al_Falah Batalyon Infanteri 613/Rja
3.    Pembuatan lapangan tembak Senapan jarak 200 meter
4.    Pembuatan lapangan tembak Pistol jarak 25 meter
5.    Pembangunan gedung TK Kartika
6.    Pembangunan Posyondu
7.    Pembangunan Rumah Jaga Kesatriaan
8.    Penambahan barak permanen
Untuk meningkatkan dalam pelaksanaan tugas Prajurit Batalyon Infanteri 613/Rja juga ikut serta dalam pendidikan dan latihan baik itu berupa kursus, penatararan yang dilaksanakan di Pusdikif maupun yang dilaksanakan oleh Rindam VI/Mlw.

PENGALAMAN PENUGASAN

Sejak terbentuknya Batalyon ini dengan resmi pada tanggal 3 Juni 1978 sampai dengan saat ini, telah terjadi banyak perubahan di dalam organisasi, dislokasi dan personel. Sejarah telah membuktikan prestasi dan Karya Juang yang telah di-Dharmabaktikan oleh prajurit Yonif 613/Rja sesuai dengan peran dan fungsi satuan tempur. Adapun tugas operasi yang pernah dilaksanakan adalah sebagai berikut :
1.    Melaksanakan operasi tempur  di Timor - Timur mulai dari :

a.    Tahun 1981 s/d 1982
b.    Tahun 1991 s/d 1992
c.    Tahun 1993 s/d 1994
d.    Tahun 1995 s/d 1996
e.    Tahun 1996 s/d 1997
f.    Tahun 1997 s/d 1998

2.    Melaksanakan operasi pengamanan wilayah konflik di Ambon tahun 1999 s/d 2000.
3.    Melaksanakan operasi pengamanan wilayah konflik di Sampit Kalteng tahun 2000 s/d 2001
4.    Melaksanakan operasi pengamanan perbatasan di Atambua tahun 2001 s/d 2002.
5.    Melaksanakan operasi pengamanan wilayah di Aceh tahun 2001 s/d 2002.
6.    Melaksanakan operasi pengamanan wilayah di Papua tahun 2002 s/d 2003.
7.    Melaksanakan operasi Darurat Militer  di Aceh tahun 2003 s/d 2004.
8.    Melaksanakan operasi pengamanan wilayah di Papua tahun 2003 s/d 2005.
9.    Melaksanakan operasi inteljen yang tergabung dalam SGI di Aceh tahun 2004 s/d 2005.
10.    Melaksanakan BKO kepada Polda Kaltim TMT 27 September s/d 31 Oktober 2010 dalam rangka menanggulangi kerusuhan masa di Kota Tarakan tahun 2010.

PRESTASI BATALYON INFANTERI 613/RAJA ALAM

Prestasi yang telah diraih oleh prajurit Batalyon Infanteri 613/Rja antara lain :
a.    Pratu Sahlan : Atlit Lari 10 K tingkat Kodam Tahun 1992.
    b.    Kapten Inf Rimbo Karyono : Juara Lomba Karmil Tahun 1994.
c.    Kapten Inf Werdi Widodo :  Juara Lomba Karmil Tahun 1995.
    d.    Serka Alegro : Atlit Karate Porad Tahun 1997.
e.    Praka Erpan Wakano : Atlit Karate Kejurda Porprov 2004, Karate Borneo Cup II 2006, Karate Porprov 2010.
f.    Praka Kornelis Kartono Y. : Atlit Sepak Bola Piala Pangdam dan Porad Tahun 2006 dan 2007.
g.    Praka Arsyah : Atlit Sepak Bola Piala Pangdam dan Porad Tahun 2006 dan 2007.
h.    Serda Lefran Rantoan S : Ton Tangkas Mewakili Kodam VI/Tpr Tahun 2007.
i.    Pratu Joko Waluyo : Atlit Renang Porad Tahun 2007 dan 2009.
j.    Sertu Saeful Falach : Atlit Volly Ball Porad Tahun 2009.
k.    Kopda Heri Sutopo : Atlit Karate Porad Tahun 2009 (lulus tes secaba Tanpa Tes Dari Pangdam)
l.    Praka La Ode Suratmin : Atlit Karate Kejurnas Inkado VII di  Jakarta tahun 2010.
m.    Serda Arif Siregar : Atlit Karate kejurnas Inkado di Jakarta Tahun 2010
n.    Praka Hamka AR. : Atlit Karate Kejurnas Inkado di Jakarta Tahun 2010.
o.    Praka Maulana : Juara II Yong Moo Do klas 70-75 Kg Piala Kasad Tahun 2012
p.    Praka Maulana :Juara II Yong Moo Do klas 70-75 Kg Piala Kasad Tahun 2013
q.    Praka Maulana :Juara I Beregu Presiden Cup Yong Moo Do di Korea
Tahun 2013
r.    Juara III Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya Kodam VI/Mlw tahun 2013.
s.    Juara II Ton Tangkas dalam rangka HUT Kodam VI/Mlw tahun 2014.


LAMBANG YONIF 613/RJA

1.    Mandau.
Senjata ini merupakan warisan nenek moyang bagi penduduk asli Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Berau dimana senjata tersebut sangat ampuh dan berkharisma.

Mandau ini dilukis dengan bergerigi tujuh artinya gerigi di bagian punggung senjata antara bagian yang tajam dengan pegangannya dilukis dengan berukir lima mata ukiran, maka hal tersebut berarti Prajurit Batalyon Infanteri 613/Raja Alam berpedoman pada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dan Pancasila.

    Hal ini berarti melambangkan semangat  perjuangan  Prajurit  Batalyon Infanteri 613/Raja Alam selalu diilhami oleh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit yang semata-mata demi tegaknya Pancasila di persada Bumi Pertiwi.
    
2.    Perisai.

Perisai dengan warna Hitam, Kuning dan Putih lukisan ini diambil dari prisai penduduk asli Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Berau dimana terlukis Burung Enggang sebagai simbol kabupaten Bulungan dan Penyu sebagai simbol Kabupaten Berau gambar bintang bersudut lima berarti sila Ketuhanan Yang Maha Esa serta simbul dari ”TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN DARAT”. Hal ini berarti prajurit Batalyon Infanteri 613/Raja Alam melaksanakan tugas sehari - hari senantiasa selalu menjujung tinggi segala perintah atasan sanggup untuk melaksanakannya dengan seksama dan penuh rasa tanggung jawab sesuai dengan kode etik keprajuritan ”TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN DARAT” serta disertai dengan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

3.    Air Dengan Tujuh Gelombang.

Lukisan ini melambangkan  bahwa letak / kedudukan Batalyon Infanteri  613/Raja  Alam  berada  di wilayah  Tarakan yang mana pada umumnya antar daerah dihubungkan dengan sungai dan lautan.

Makna seloka yang bertuliskan Raja Alam adalah diambil dari nama seorang Pahlawan Kalimantan Timur yang memerintah pada abad 19 di Kabupaten Berau dan nama tersebut kita kenal dalam peristiwa-peristiwa Perlawanan Rakyat Sambaliung terhadap penjajahan Belanda pada tahun 1834 yang dikenal dengan pemberontakan Sultan Sambaliung, sehingga Kabupaten Berau menjadi lautan api. Maka Batalyon Infanteri 613/ Raja Alam dalam perjuangannya untuk mengabdi kepada Nusa dan Bangsa yang selalu dijiwai dengan semangat juang yang tangguh, berani dan pantang menyerah di medan laga seperti halnya jiwa patriotik yang dimiliki oleh Sultan Sambaliung yaitu Raja Alam.

Dasar warna putih dengan tulisan warna hitam, berarti Prajurit Batalyon Infanteri 613/Raja Alam di dalam melaksanakan tugasnya selalu dilandasi dengan kesucian dan keteguhan, serta selalu tabah di medan dan dalam situasi apapun juga.

***