JANGAN COBA-COBA PAKAI NARKOBA !

JANGAN COBA-COBA PAKAI NARKOBA !
JANGAN COBA-COBA PAKAI NARKOBA !

Balikpapan, (11/10) Sebanyak kurang lebih 100 orang Perwira, Bintara, dan Tamtama  perwakilan masing-masing satuan Kodam VI/Mlw, dari Lanud Balikpapan serta Lanal Balikpapan mengikuti kegiatan Sosialisasi Program Pencegahan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang berlangsung sehari dibuka oleh Kakesdam VI/Mlw  Kolonel Ckm drg. Raden Triatmojo Budi di Aula Sudirman Kodam VI/Mlw Balikpapan, Selasa, 10 Oktober 2017.

Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Sonhadji, S.I.P., M.M., dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kakesdam VI/Mlw Kolonel Ckm drg. Raden Triatmojo Budi  menyampaikan bahwa kasus penyalahgunaan Narkoba telah merebak ke berbagai kalangan yang mengakibatkan rusaknya nilai-nilai moral dan sendi-sendi kehidupan masyarakat serta mengancam kelangsungan hidup Bangsa dan Negara. Dewasa ini pengaruh Narkoba juga telah menjalar keseluruh elemen masyarakat termasuk aparat penegak hukum khususnya TNI. Hal ini dapat dilihat dari adanya sejumlah kasus penyalahgunaan Narkoba yang dilakukan oleh beberapa oknum TNI.

Penyalahgunaan Narkoba merupakan ancaman serius bagi Bangsa dan Negara, mengingat pengaruh Narkoba memiliki dampak negatif yang luar biasa bagi manusia, baik fisik, psikologi, sosial dan ekonomi.

Kejahatan Narkoba digolongkan dalam kejahatan luar biasa dan serius, terlebih lagi kejahatan Narkoba bersifat lintas negara dan terorganisasi, sehingga menjadi ancaman nyata yang membutuhkan penanganan serius. Dengan demikian tidak ada pilihan lain bagi kita untuk menyatakan perang terhadap Narkoba, kita harus bersama-sama menata langkah guna pencegahan penyalahgunaan Narkoba lebih gencar, terukur dan berkelanjutan.

Kodam VI/Mulawarman telah melaksanakan berbagai upaya dan kegiatan dalam rangka mencegah dan memberantas kasus penyalahgunaan Narkoba dengan aktif melakukan kegiatan P4GN melalui pemeriksaan urine secara acak di satuan jajaran Kodam VI/ Mulawarman.

Kegiatan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) oleh Dirjen Kuathan Kemhan RI di wilayah Satuan Jajaran Kodam VI/Mulawarman bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan kesadaran para Prajurit dan Aparatur Sipil Negara beserta keluarganya tentang bahaya Narkoba. Sedangkan kegiatan uji petik diselenggarakan untuk mengetahui sampai sejauh mana tingkat kepatuhan hukum di kalangan Prajurit dan ASN untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan  Narkoba.

Dengan adanya sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dari Dirjen Kuathan Kemhan RI ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada seluruh Prajurit dan Aparatur Sipil Negara di Satuan jajaran Kodam VI/Mulawarman tentang dampak negatif dari penyalahgunaan Narkoba serta bagaimana cara mencegah dan menghindarinya.

Semantara itu Dirkes Ditjen Kuathan Kemhan RI Laksamana Pertama TNI dr. Arie Zakaria, Sp, OT., dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kolonel Laut TJ. Agus menjelaskan bahwa penyalahgunaan dan peredaran Narkoba (P4GN) di Indonesia saat ini telah mencapai tahap yang sangat mengkhawatirkan.

Pada peringatan Hari Anti Narkoba  Internasional tahun 2017, Indonesia berada pada kondisi darurat bahaya Narkoba, pada tahun 2016 tercatat sebanyak 5,1 juta jiwa dan setiap tahun sekitar 15 ribu jiwa melayang dan meninggal dunia karena mengkonsumsi  Narkoba, sasaran yang dijadikan target tidak mengenal batas usia.

Sindikat jaringan Narkoba Internasional masih menjadikan kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia sebagai sasaran peredarannya. aksi jaringan Narkoba Internasional yang berpusat di segitiga emas (golden triangle) Myanmar, Laos dan Thailand, juga dari India masih merupakan permasalahan serius yang diperkirakan akan terus terjadi.  Bahkan aparat yang berwajib di Indonesia beberapa kali telah berhasil membongkar sindikat pembuat atau produsen Narkoba rumahan, baik skala kecil maupun besar (pabrik).

Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia yang dulunya merupakan negara transit/lalu lintas perdagangan gelap Narkoba karena letak geografis yang strategis, namun saat ini telah berubah menjadi negara produsen. hal ini tentunya akan berdampak terhadap rusaknya generasi penerus bangsa dan buruknya kehidupan sosial masyarakat, yang pada akhirnya akan dapat menimbulkan gangguan stabilitas keamanan nasional.

Adapun jenis dan golongan Narkoba diantaranya Kokain, Ganja, Metadona, Petidina, Ephedrine, Methamphetamine, MDMA, LSD, Amphetamine, Amobarbital, Pentobarbital, Diazepam, Benzodiazepin dan Zat Adiktif yang dapat mengakibatkan badan menjadi kaku, halusinasi tinggi dan membuat seseorang menjadi malas bahkan dapat berakibat kematian.

Kementerian Pertahanan RI dan TNI berkomitmen untuk mewujudkan Prajurit TNI, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemhan beserta keluarganya  bersih Narkoba, untuk itu dalam rangka  pencegahan penanggulangan dan peredaran gelap Narkoba perlu dilakukan Sosialisasi kepada Prajurit TNI dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemhan.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Dirkes Ditjen Kuathan Kemhan RI Laksamana Pertama TNI dr. Arie Zakaria, Sp,OT., mengajak kepada para peserta sosialisasi betul betul mengikuti, memahami apa yang disampaikan  oleh para narasumber sehingga nantinya bermanfaat bagi saudara dalam  melaksanakan tugas pengabdian kepada Negara dan bangsa.

Sementara itu Bpk. Mohamad Ali Azhar, S.H., M.Si., dari BNN Pusat menyampaian materi tentang strategi mambangun komitmen berwawasan anti Narkoba untuk menjaga NKRI. Selesai memberikan pembekalan materi dilanjutkan dengan sesi kedua yaitu acara tanya jawab.

(Kodam VI/Mlw)

Tentang Tim Redaksi Website Kodam VI/Mulawarman 739 Articles
Tim Redaksi Website Kodam VI/Mulawarman

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*