RIBUAN ORANG MERIAHKAN NONTON FILM G30S/PKI,

RIBUAN ORANG MERIAHKAN NONTON FILM G30S/PKI,
RIBUAN ORANG MERIAHKAN NONTON FILM G30S/PKI,

 

Samarinda (04/10) Sekitar kurang lebih  6.500 lebih warga Samarinda, Kalimantan Timur, terdiri dari Prajurit TNI, Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, sejumlah Ormas, mahasiswa, para guru, dan pelajar nonton bareng (Nobar) film Penumpasan Pengkhianatan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G.30.S/PKI) terlihat penuh sesak sampai para penonton lesehan di bawah, di Convention Hall Sempaja Samarinda, Sabtu 30 September 2017.

Hadir dalam kegiatan tersebut,  Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Sonhadji, S.I.P., M.M., Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, dan Ketua dan Pembina Forum Kebangsaan Kaltim Jos Soetomo.

Sebelum acara Nobar di mulai TK Kartika V-11 Air Putih Samarinda adakan demonstrasi  Peraturan Baris Berbaris (PBB) menggunakan pakaian TNI-AD yang disambut meriah oleh peserta penonton G.30.S/PKI.

Selanjutnya Kepala BNN Kaltim Bripol Raja Haryono memberikan penyuluhan tentang bahayanya narkoba apalagi sejenis Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) jenis obat terlarang.

Dengan semangat juga Ketua Forum Kebangsaan Kaltim, Jos Soetomo tak kalah berapi-api dalam nasehatnya. “Ingat Hubul watan minal iman mencintai negara bagian iman harmoni, ukhuwah Islamiah seluruh umat islam bersaudara. Seluruh manusia pemeluk agama di dunia bersaudara maka PKI mati, radikalisme tak bisa hidup,” tegasnya.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak juga menjelaskan tentang 4 pilar negara. Yakni Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika merupakan pilar negara untuk meneguhkan jiwa mengatasi permasalahan bangsa Indonesia,” serunya.

Pangdam VI/Mulawarman  Mayjen TNI Sonhadji, S.IP., M.M.,  menyampaikan bahwa kegiatan “Nobar G.30.S/PKI adalah perintah Panglima TNI ternyata direspon antusias warga. Di Samarinda beberapa hari lalu ada yang nonton bareng di Pasar, ini luar biasa. Nobar diselenggarakan sampai tingkat kelurahan dan RT di desa sesuai permintaan masyarakat yang tak ingin melupakan sejarah perjuangan bangsa terhadap pengkhianatan G.30.S/PKI.

Dan hari ini luar biasa para undangan dan siswa tak ada yang beranjak mengikuti acara nobar sampai selesai. Meskipun durasi film harusnya 4 jam dipotong jadi 1 jam 3 menit tak mengurangi esensi film, semua adegan kan ada mulai penculikan para pahlawan revolusi harusnya 6 penculikan jadi 1 saja, penumpasan juga ada,” jelasnya.

Bagi para siswa sekolah, nobar film pengkhianatan G30S/PKI jadi ilmu sekaligus berkah. Siswi SMK Pemuda Samarinda Zahratul Ula misalnya ia berhasil meraih hadiah sepeda setelah menjawab pertanyaan kuis dari Gubernur Awang Faroek Ishak.

Nobar kali ini sungguh istimewa, pasalnya tersedia hadiah 5 unit motor, 20 sepeda dan ratusan hadiah hiburan menarik antusiasme nobar sampai acara selesai.

Reva Hernanda (15) siswi SMK Swasta warga eks jalan kehewanan, kini Jalan Marsma Abdulrahman Saleh terharu bangga momen nobar jadi kejutan.

“Saya masih terkejut tidak menyangka dapat hadiah sepeda motor matik,” ujar siswi yang tanpa canggung menyalami, Gubernur Awang Faroek, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Sonhaji, Danrem 091/ ASN Brigjen TNI Irham Waroihan, dan Tokoh Ketua Forum Kebangsaan Kaltim Jos Soetomo.

(Korem 091/Asn)

Tentang Tim Redaksi Website Kodam VI/Mulawarman 838 Articles
Tim Redaksi Website Kodam VI/Mulawarman

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*