RIBUAN WARGA KOTA BANJARBARU NONTON BARENG PEMUTARAN FILM PENGKHIANATAN G.30.S.PKI

RIBUAN WARGA KOTA BANJARBARU NONTON BARENG PEMUTARAN FILM PENGKHIANATAN G.30.S.PKI

 

Banjarbaru  (04/10)  Warga antusias Nonton bareng Pemutaran Film G30S/PKI yang digelar di Lapangan Murjani Banjarbaru, Jumat 29 September 2017.

Masyarakat antusias duduk lesehan, sebuah layar besar terpasang persis depan bangunan Balaikota Pemko Banjarbaru. Panggung kecil disiapkan dihiasi tanaman. Acara nonton bareng yang tidak hanya sekedar nonton, tapi benar-benar disiapkan sedemikian rupa.

Sebelum nonton bareng, pengunjung bahkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya bersama Panitia Pelaksana Badrul Ain Sanusi Al Afif ketua parlemen jalanan mengatakan bahwa jajarannya selalu mendukung acara Nobar kita sport TNI bersama dengan pemerintah kota banjarbaru, agar masyarakat banjarbaru tau dan mengerti memahami nilai sejarah perjuangan.

Dalam pencerahannya sebelum pemutaran film, Dandim 1006/Mtp menjelaskan tentang bahaya laten komunis bagi bangsa Indonesia. Bahaya laten merupakan bahaya yang sewaktu-waktu dapat timbul.

Ada hal yang mendasar kenapa komunis dianggap bahaya laten dan dilarang di Indonesia. Komunis tidak sesuai dengan dasar negara Pancasila, terutama sila Pertama.

Komunis tidak mengakui adanya Tuhan, Atheis. Ideologi komunis juga bertentangan dengan nilai kemanusiaan. Di banyak negara, juga di Indonesia, komunis telah membantai bangsanya sendiri.

Di Kamboja contohnya, komunis membantai dua juta warga saat rezim Polpot berkuasa. Kepada para generasi muda harus menahami ini, agar tidak terpengaruh ideologi yang menyesatkan.

Wakil Wali Kota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan, memberikan sambutan dan membuka kegiatan. Wali Kota Banjarbaru, H Nadjmi Adhani juga memberikan sambutan melalui saluran video yang disiarkan melalui layar lebar itu.

Kebetulan Nadjmi tengah ada kegiatan urusan kerja. Sehingga berhalangan hadir. Darmawan Jaya setiawan menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara nonton bareng film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI  merupakan  inovasi pada era reformasi untuk mengingatkan ke masyarakat bahwa bangsa Indonesia pernah memiliki sejarah kelam terkait penyebaran paham komunisme serta pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Karena itu, film tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi bangsa Indonesia agar tidak membiarkan paham komunisme kembali tumbuh dan berkembang.

Jangan sampai kita terperosok kedalam satu lubang untuk kedua kalinya dari penghianatan terhadap bangsa. Serta terhadap ideologi Pancasila yang sudah menjadi komitmen negara dan bangsa kita ini,

Iya menuturkan, dirinya memberikan dukungan agar pemutaran film G.30.S/PKI tersebut terus dilakukan. Sehingga, para generasi penerus bangsa yang ikut menonton pemutaran film dapat mengetahui serta memahami rantai sejarah bangsa yang berkaitan dengan paham komunisme.

Hal ini bertujuan agar mereka bisa mengambil sebuah pelajaran yang sangat berharga dalam kehidupan berbangsa,” tuturnya.

Pada acara itu juga dihadiri Dandim 1006/Mtp Letkol Arm Andi Murtopo, juga dilakukan penyematan pin anti komunis oleh Dandim 1006/Mtp dan Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya disaksikan oleh Wawali, Ketua DPRD Banjarbaru Iwansyah dan seluruh Forkopimda yang hadir.

Juga ada makan bersama, walau sederhana tapi merakyat dan humanis. Berbaur juga bersama tak hanya masyarakat, TNI Polri pun hadir di lokasi nonton bareng.

Acara nonton bareng (Nobar) diikuti ribuan masyarakat Banjarbaru, LSM, Organisasi Pemuda, Pelajar, Pramuka, Ketua DPRD Banjarbaru HR. Iwansyah, Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya, Kajari Banjarbaru Ferizal, SH, Sekda Banjarbaru Drs. Said Abdullah Msc, FKPD  dan pejabat lainnya berbaur menyimak film hingga tuntas.

(Kodim 1006/Mtp)

Tentang Tim Redaksi Website Kodam VI/Mulawarman 838 Articles
Tim Redaksi Website Kodam VI/Mulawarman

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*